Tampilkan postingan dengan label For Us. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label For Us. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

Sosok yang menjadi nyata

Maret 2008 menjadi masa ku untuk belajar tentang cinta dan bagaimana menjaganya. Aku tidak setuju menganggap diriku sendiri sebagai perempuan muda yang bodoh dan tidak tahu apa-apa tentang cinta (walau sepertinya begitu) tapi aku menghargai cerita ku sendiri.. toh ini semua perjalanan hidupku..

Namun begitulah adanya..
mungkin kesetiaan yang kuberikan kala itu dianggapnya hanya sebagai keberuntungan menemukan ku yang dengan mudahnya untuk mengelabui. aku terima saja, aku percaya saja, toh aku kala itu percaya, suatu saat mungkin dia akan mengerti betapa aku benar-benar mencintainya..

dan ketika berita itu sampai ditelingaku, bahwa ia tengah menjalin kasih dg orang lain, aku mencoba untuk tetap tersenyum kepadanya, seolah-olah tak terjadi apa-apa, dan kulihat dia yang sangat kelimpungan sendiri.. padahal saat itu, sungguh hatiku resah, aku berusaha menenangkan sendiri, hanya sendiri.
entah untuk keberapa kalinya, aku sudah terbiasa dengan berita itu, ketidaksetiaannya mungkin melelahkan dirinya sendiri hingga suatu hari ia tampak kalah, putus asa dengan semua yang kuberikan kepadanya. Tak ada cacian, hujatan bahkan tamparan karena sikapnya, aku justru semakin hari semakin menerimanya, menunjukkan kepadanya bahwa cinta itu sederhana.. hanya memberi.. tidak pernah menuntut untuk menerima kembali.

Dalam hati kecilku aku hanya bisa berdoa...
jika memang aku ditakdirkan hanya untuk sementara, aku yakin TUHAN akan mempertemukan aku dengan orang yang lebih hebat mencintai diriku.
aku terus berdoa kala itu, ketika ia menghindariku entah karena apa, aku hanya bisa diam dan berbisik, "TUHAN.. Aku percaya, suatu saat aku akan bersama dengan orang yang tak pernah membiarkan ku sendiri dalam keadaan apapun"
masih saja aku terus bergeming dalam hati, ketika ia mulai tak memperdulikan aku, dan aku sudah siap kehilangan, "TUHAN...aku percaya suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang tak akan pernah meninggalkan aku, sesulit apapun keadaanku"
dan ketika ia benar-benar mengatakan perpisahan atas kemauannya sendiri (mungkin ia tengah putus asa melihatku yang tak pernah mencoba memprotesnya), aku berdoa dalam tangisku, "TUHAN..Kali ini aku percaya, tidak lama lagi, aku akan dipertemukan oleh orang yang menerimaku apa adanya, memimpinku, tidak pernah mengabaikanku, bersabar kepadaku... dan selalu dekat denganku"

Usai sudah semuanya, meski ia telah pergi tanpa alasan, aku bisa menerimanya, mungkin aku hanya ditakdirkan menjadi yang sementara, melengkapi warna warni hidupnya, meuliskan jejak di batu pualam, dan menjadi siluet yang tak akan tersentuh olehnya (lagi).

Dari sinilah aku melanjutkan cerita ku, banyak yang terjadi, sesekali ia muncul kembali, seolah menjadi orang yang terlambat masuk ke kelas, berlari menuju koridor demi mencapai pintu agar ia bisa masuk dan diam didalamnya. Tapi saat itu, aku seolah berperan menjadi seorang dosen, yang berhak membuka pintu atau kenyataan terpahit adalah mengusirnya.
Tapi rupanya, aku benar-benar membiarkannya, aku tahu aku sudah jengah. Bagaimanapun juga, aku tidak akan pernah membiarkannya muncul dengan beribu penjelasan.

Hidupku berlanjut, aku tahu dia sudah mulai terbiasa tanpaku. Aku tahu kehidupannya dengan kekasihnya, aku senang dia sudah bisa menerima bahwa aku hanya bagian kecil di hidupnya.

Di suatu waktu yang indah, dimana aku bisa melihat kupu-kupu bertengger manis di beberapa dahan, ku sadari aku tengah kedatangan seseorang yang kini membuat duniaku lebih berwana. Tak ada yang direncanakan, tapi mungkin TUHAN telah menjawab doaku...
dulu.. aku selalu berbisik tentang seorang sosok yang begitu ku dambakan....
dan ternyata, TUHAN telah membungkus rencana ini dengan begitu apik, tak terduga, dan aku kembali berbisik untuk doaku selanjutnya, "TUHAN.... aku ingin ceritaku diindahkan..aku ingin memilikinya...utuh"

Terlepas dari Maret 2008, aku menemukan tempat terindah dimana aku bisa menggoreskan namaku suatu saat di hatinya, atau dibalik cincin di tangannya..kelak.. dengan nama "fira....."


Yogyakarta, di sisa gerimis malam

Kamis, 12 Januari 2012

STOP Bercanda dengan kata "AUTIS LOE"

Pernah denger gak, atau pernah mengeluarkan kalimat diatas ketika bercanda dengan teman? kenapa akhirnya saya memilih judul diatas..?
mungkin sebagian orang merasa, kata-kata diatas adalah kata-kata wajar, dan saya tau persis, tidak ada maksud menyakiti dengan kata-kata itu, tapi... ijinkan saya bercerita, tentang 2 kisah dari seorang wanita hebat, saya memanggilnya mba silvi. Wanita hebat yg kujumpai di forum diskusi kala itu.....

"di sela waktu ku bekerja siang itu, saya sengaja browsing ke sebuah forum wanita, tidak sengaja saya klik artikel tentang kisah hidup seorang wanita sekaligus Ibu yang luar biasa hebatnya, menginspirasi bangetlah. Ia menuliskan kehidupan sehari-hari yang ia jalani dengan putri tercintanya. Malaikat kecil yang yach... berbeda dengan yang lainnya. Tuhan menggariskan ia sebagai anak autis......
sehari-harinya, ada saja yang membuat Ia senam jantung, bagaimana tidak, dari si malaikat kecil menempelkan setrika panas di atas tangannya, bau daging matang tiba-tiba tercium, keadaan tangan yang sangat mengerikan sekali, daging putih yang cepat sekali berubah menjadi kuning, atau si Malaikat kecil yang terjatuh saat berlari, bermain sepeda sampai kepalanya terbentur, darah yang keluar semakin deras, tapi si malaikat kecilnya terus saja berceloteh seakan tak merasakan sakit. Betapa seringnya Wanita ini keluar masuk ruang UGD, dan sudah berapa kali ia harus pingsan...

namun, saya salut dengan kegigihan wanita plus Ibu hebat ini, Ia selalu bangga dengan anaknya yang autis, ia bahkan tak mau menyerahkan aktivitas memasak untuk si buah hati pada pembantunya, karena hanya dia lah yang mengerti berapa takaran gizi yang dibutuhkan si buah hati. Ia tak pernah membentak, marah bahkan bermain tangan. Ia sadar, Tuhan adalah ARSITEK hebat dalam menciptkan makhluknya, dibalik kekurangan malaikat kecilnya, Airmata haru selalu tumpah tatkala Ia melihat malaikat kecilnya fasih memainkan jemarinya di atas tuts piano, berceloteh menggunakan bahasa inggris, sampai-sampai ia merasa berbicara dengan seorang anak bule :)"

Cerita kedua dari seorang wanita dan Ibu juga tentunya, namanya Mba henny (saya jadi teringat padanya), saya mengenalnya lebih dekat, bahkan dekat sekali...
seperti mba silvi, ternyata wanita ini dikarunia buah hati hebat dari TUHAN.. dua wanita ini, sama-sama tegar, kuat, dan paling penting adalah sabar.... mereka tidak pernah mengeluh, ikhlas bahkan dengan telatennya mereka selalu membimbing, ikut membantu si buah hati menemukan bakatnya. Tidak jauh beda dengan mba silvi, mba henny juga tidak kalah hebatnya dalam menghadapi putra tercintanya, ia tak pernah menunjukkan bahwa dirinya terbebani, lagi-lagi mereka berdua percaya bahwa TUHAN tidak pernah gagal dalam menciptakan.. meski pernah hampir saja, ia harus dibuat kebingungan mencari putranya yang tiba-tiba lari dari dalam rumah, berulah ini dan itu bahkan tidak tau kalau hal itu akan melukainya...arghh pasti begitu menyesakkan hati :(

lalu.. apa hubungannya dengan judul yang saya usung?
memang... saat ketika saya berkumpul dengan teman-teman saya, dalam suasana penuh canda, ada beberapa teman saya yang mengatakan "autis banget sih loe kalau udah megang hp!" "fir,kasih tau gih,dia jangan autis gitu,kek orang sakit aja" semuanya tertawa, memang sih saya tau mereka hanya bercanda, tapi saya jadi berpikir, kalau di dekat kami ada seorang Ibu yang sedang bersama anaknya yg autis.. betapa tidak enaknya perasaan Ibu tersebut? sontak perasaan saya langsung ciut, cuma bisa senyum nyengir asem banget, saya jadi ikut merasakan, bagaimana perjuangan hebat mereka... tapi sayang sekali jika ada candaan yang kurang hati-hati seperti ini :)

So, its not good statement to jokes,,, lebih berhati-hati yuk... :)
buat mba silvi dan mbak henny.... terimakasih sudah menginspirasi ku hari ini ^_^

Jumat, 09 Desember 2011

Happy Birthday To My Self....

Malam ini di kota yogyakarta.... ada sedikit yang berbeda, aku bahkan tidak melihat gelap malam, lantaran malam ini bulan bersinar terang, di hiasi dengan cincin yang teramat indah...

hanya dengan secangkir kopi, dan netbook yang menyala, aku menghabiskan malam ku, malam dimana seseorang pernah bertaruh untuk raga kecilku,
mungkin jika dulu prosesnya demikian, nama ku bukan Fira, tapi bulan, terinspirasi dari bulan yang sempurna indah malam ini :)

sebentar aku berdiri dari tempat dudukku, mengamati wajahku di cermin, 
seorang perempuan berambut sebahu, kulit sawo matang, mata sayu, hidung pesek, lesung pipi... apa yang indah menurutmu? tapi bukan perkara ini yang ingin ku tulis...
toh yang diberikan TUHAN, adalah yang paling terbaik yang aku punya... kalau tidak begini kan bukan Fira.. hehe

Well, ini lah aku, perempuan yang saat ini resmi menyandang umur 20 tahun, dan masih belum banyak pencapaianku.. masih banyak target yang harus ku coret, dan bahkan harus lebih cepat lagi. Hidup gak bisa menunggu, ya memang !
Pelajaran yang telah ku dapatkan selama ini, entah BAB menghargai, mendengarkan, toleransi atau memaafkan atau juga Disiplin diri ikut serta memeriahkan hidupku. Banyak hal yang masih harus aku pelajari, masih banyak hal yang belum ku mengerti dan sering kali aku di sodorkan sampai aku mengerti.

Aku mengakui, sering kali aku jatuh dalam titik keegoisan, kejenuhan, bahkan ketakutan yang tidak penting. Sering kali aku membuang waktu ku, hingga menunda pencapaianku. Ok, ini memang tidak pantas, dan kututup mulai malam ini.

Kini, jatah hidupku sudah berkurang, dan aku bukan ingin melakukan pengakuan dosa disini, toh itu urusanku dengan TUHAN saja. Ini juga bukan perkara menunggu ucapan selamat atau kado, karena kalau aku pikir, jatah hidup berkurang kok dikasih kado? selamat? hehe tapi its okay, itu doa :)
Ini juga bukan perkara tiup lilin di atas kue tart yg indah, berbalut coklat murni, dengan ukiran nama ku, "Happy Birthday Fira" seperti kue blackforest bikinan Ibu ku tercinta... ah.. bukan seperti itu. 

Disini aku mulai mengajak hatiku untuk berdamai kepada setiap kejenuhan yang ada, menyambut masalah yg datang dengan senyum terindah, mengalahkan ego, peka, mau mendengarkan dan mengerti, juga tegar....
Masih ada jalan panjang setelah ini, dan aku tidak ingin memulainya dengan pesta kecil perayaan. Merayakan sebelum berjuang? aku diam sesaat sambil ku nikmati secangkir kopi hangat di atas meja tulis ku.

"Selamat berproses, berjuang, dengan memanfaatkan nikmat yang TUHAN berikan, Persiapkan tenaga dan fisik yang baik, dan mulailah melakukan perjalanan yang baru, karena hidup tidak bisa menunggu Fira...selamat 20 tahun"

Aku tersenyum sendiri, berdamai dengan diri sendiri ternyata indah, setelah akhir-akhir ini aku kerap menekannya untuk melakukan segala aktifitas yg aku mau tanpa memikirkan fisik, dan malam ini aku baru mengerti, bahwa aku bisa mengajak hatiku berdiskusi, memutuskan pilihan, bahkan menata hidup. 

Terimakasih TUHAN, Terimakasih KAU telah membawa ku ke pintu 20 tahun, dimana aku harus siap menerima apa yang akan KAU berikan, betapa aku menyadari sekarang, KAU tidak akan membiarkan ku kebingungan dan memang aku berulang kali merasakan jaminan dariMU...bahwa semua akan berjalan dengan baik dan istimewa.

Terimakasih.... Maha Suci Engkau... :)

Yogyakarta, Fira di 20

Senin, 05 Desember 2011

Bintang Untuk Ibu


Sudah selama ini, aku berada dalam dekap hangat Ibuku... Belajar hidup darinya, tentang cinta, saling memberi, menghargai dan kepedulian. Dan baru kali ini kulihat ke dalam kedua matanya, ada kisah panjang yang tak pernah ia sengaja torehkan, karena terjadi begitu saja. Aku tak ingin terlalu dalam mencari tahu, aku menikmati obrolan hangat dengannya, meski bukan dongeng cinderalla saat aku masih kecil dulu.

Suaranya, berat.... tawa kecilnya membuatku merasa amat sangat merindukannya dan tak ingin berpisah dengannya. Masih saja ku nikmati ceritanya, seperti tak henti-hentinya ia bercerita, kadang tanpa ia sadari, aku mengusap kedua mataku dari butiran air mata kecil yang hangat.. Ah, perasaan apa ini

Ibu ku... masih saja seperti dulu,
selalu bertanya tentang hal sehari-hari ku, mengingatkan ku ketika ku pulang dari sekolah, aku akan bercerita banyak hal bagaimana aku melewatkan hari-hari di sekolah. Kini, aku tetap seperti itu, kebiasaan yang ku rindukan, dan dengan semangat aku bercerita, seketika itu semburat wajah bahagianya keluar. Ahh rasanya aku ingin bergelanyut manja di pangkuannya. Tapi aku sudah besar, sudah berat tentunya. Aku ternyata sangat merindukannya...

Ibuku... mungkin jika ku ceritakan semua, mungkin butuh menebang ratusan pohon untuk dijadikan kertas...Yang penting malam ini, rasanya aku ingin mempersembahkan ratusan bahkan jutaan bintang untuk Ibu ku... agar Ibu tak pernah merasa sendiri ketika jarak harus memisahkan kita berdua... - to be continue

Minggu, 04 Desember 2011

Like a RapunzeL

Saat aku masih kecil, saat yang ku tahu hanya bermain, tertawa dan tertidur lelap dengan dongeng seorang putri. Aku selalu mengidolakan cerita seorang Rapunzel. Seorang putri cantik yang dengan kesabarannya menjalani hidupnya yang harus di rampas oleh seorang penyihir jahat.

aku selalu membayangkan betapa terlukanya hati seorang rapunzel, begitu ia merindukan kebebasan... sampai suatu saat,
ketika aku tersadar, semua yang aku punya di masa kecil tinggalah kenangan. Tidak ada yang aku punya lagi, tergenggam erat di tanganku. aku tidak punya. dan lama setelah ku pandangi diri di depan cermin, aku ingat cerita itu, ya seorang rapunzel, dan aku melihat diriku yang kini seperti seorang rapunzel?? 

aku menghela nafas, 
aku tak punya rambut yang sepanjang rapunzel...
aku tak punya kuas..untuk melukiskan tempat dimana aku bisa menembusnya dan bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih.
aku juga tak punya teman seorang little dragon dan rabbit, yang bisa menjadi teman bercerita.... bernyanyi dan berdansa.
aku sendiri... dan aku hanya punya seseorang.
seseorang yang kini aku percayai untuk membebaskan ku dari sini, selamanya.
seseorang yang selalu ku tunggu kehadirannya untuk menjemputku, dan menggenggamku erat ke dalam pelukannya.
seseorang yang selalu ku impikan bisa hadir dalam mimpiku ketika aku tertidur di ruang kosong yang gelap...
aku percaya... dialah pangeranku..
seperti dongeng yang tertulis tentang Rapunzel !

Senin, 14 November 2011

Ternyata aku

Semilir angin pagi ini, menyentuh ku lembut, sampai tak kurasa dinginnya menusuk ke tulang-tulangku.
Mendung yang egois, menutup sebagian cahaya matahari, membuatku enggan untuk menyatakan selamat pagi dunia. Meski saat ini hari sudah berganti, kulirik kalender di meja kerjaku, hmm betapa hari yang abu-abu itu sudah ku lalui, tapi kini masih menyimpan bekas. Sebuah kaca di depan komputerku, ku raih dan kucoba menatap dalam ke arah ku sendiri, "Bukankah aku juga sudah seharusnya tidak berdiri ditempat itu lagi? atau masihkah aku yang dulu?"
aku mencoba mencari jawaban atas luka di dalam mataku sendiri, tapi tak bisa kutemukan juga.. Kuambil secarik kertas, mencoba menggambarkan luka ku itu, agar aku bisa menunjukkan betapa aku pernah mengalami luka yang sebegitu parah, yang mudah untuk disembuhkan tapi bekasnya tak akan bisa hilang. Tapi bagaimana wujud dari luka itu? supaya kamu tahu, supaya kamu bisa mengerti hal apa yang membuatku ketakutan setengah mati.....

Bukan maksudku untuk selalu mempersalahkan posisimu disampingku, aku tak pernah ingin melukai mu, tapi begini lah aku, ketika aku semakin mencintaimu, semakin takut aku kehilanganmu..
mungkin inilah caraku mengatakan padamu bahwa aku takut kehilanganmu, mungkin caraku yang salah untuk mengatakan itu padamu. Dan begitu kusadari betapa kerdilnya hatiku saat ini..
aku bahkan tak punya keberanian untuk mengatakan aku sangat mencintaimu..
aku tak punya keberanian untuk berkata jangan pergi tinggalkan aku..
yang kulakukan hanya terus mengusirmu, menolak semua kebaikanmu.. Begitulah naif-nya aku, berharap kau tak akan pernah memedulikan kata-kata ku, berharap kau tetap selalu bersikeras tidak pergi dariku. Aku enggan mengatakan aku mencintaimu, karena aku semakin takut jika aku kehilanganmu.

Jantungku berdegup saat ku coba menggambarkan luka itu, perlahan ku lepas pena dari genggaman tanganku, aku tak mau, aku tak mau melihatnya lagi, betapa berat bagiku menunjukkan itu padamu, betapa aku ingin mengatakan padamu bahwa aku kini tengah mencoba baik-baik saja, tapi begitu ingin juga aku menyampaikan padamu, bahwa aku sangat takut akan sesuatu, yang sering membuat darahku berdesir ngeri...

Mungkin ini lah yang membuatku kadang kala sering mempersalahkan jalan cerita kita, tapi tidak dengan sengaja... menyadari bahwa diriku sendiri tengah kehilangan kekuatan untuk menunjukkan cinta kepadamu, dan kini kau tengah sibuk menguatkan hati atas perubahan yang terjadi di diriku dalam hitungan detik. Aku tahu kau tengah mencoba untuk bersabar, mencoba untuk kuat, dan aku tau pahit yang kau rasakan ketika kau menemukan ku berbeda dengan yang dulu.
Lalu....
kau mulai berkata, berandai, jika aku bisa seperti dulu, yang dengan bangga mengatakan aku cinta padamu, aku amat menyayangimu dan memperlakukan mu dengan sebaik-baik perlakuan. Aku tahu kamu merindukan keadaan seperti itu, aku tau kamu tengah mencari dan mengembalikan ku agar aku bisa seperti dulu. Dengan susah payah, berlari dalam ruang waktu yang sempit, mengalahkan segala rasa lelah, letih agar aku mau kembali kesana, aku tahu kau tengah melakukannya untuk aku...semata-mata untukku.

Begitulah aku... mencoba untuk mengubur setiap jejak luka  yang menyakiti fisik dan psikis ku, bertahan untuk tetap memelukmu meski dengan genggaman yang lemah, berusaha untuk menggapaimu dengan tangan yang tak berdaya. Bukan berarti aku ingin melepas mu karena tanganku tak kuat lagi menahanmu disini, tapi berharap kau berbalik mencengkram erat dan memeluk ku dengan kuat agar aku bisa melingkarkan tanganku di lehermu....

Jangan pernah bilang kau ingin aku yang dulu sayang.... betapa kalimat itu sangat jelas mengisyaratkan padaku bahwa aku telah benar-benar berubah dan egois...
katakanlah padaku bahwa kau ingin aku saja... karena jika kau tahu sayang, setiap harinya aku terus berusaha mencari diriku yang dulu, yang bisa mencintaimu dengan baik, nyaris sempurna !
setiap harinya aku mencoba mengais sisa-sisa rasa, cerita manis dulu yang kurangkaikan untukmu, berusaha agar aku bisa menyambungnya lagi. Setiap malam aku berharap kau berada pada sisi yang sama, bicara dengan hatiku, dengan terisak aku mencoba untuk mengutarakan semua rasa, bukan untuk dikasihani sayang, aku hanya ingin kau mengerti saja, betapa aku amat sangat pernah terluka, dan dulu aku tak sempat untuk menangis seperti ini, seperti di hadapanmu saat ini...

Dulu aku tak sempat menunjukkan betapa lemahnya aku sebagai perempuan biasa, dulu aku sibuk menguatkan hati ini sayang... dan tak ada waktu ku untuk merasakan hangat pelukan seperti yang kamu berikan padaku. Dan kini aku didepanmu, melihat sayu ke arah matamu, tangisan ku merebak, dan lihatlah aku yang amat sangat ketakutan jika aku tak bisa merasakan cintamu lagi....

Senin, 07 November 2011

Just the way you are.....

Wihhh... gak ada niatan nih buat nulis ini, tapi pas baru ON, ambil headset, pilih mp3 and tiba2 jedug2 musik ditelingaku adalah laguna "just the way you are"..
baru kali ini aku ngeh kalau ternyata lagunya romantissssssssss :">
awalnya cuma denger dari temen-temen " ahhh lagunya bruno mars keren deh, so sweet" pas waktu itu aku gak terlalu peduliin, eh pas sekarang di dengerin serius ternyata wow amazing, bikin merasa di puji si bruno mars wkwkwwkwk (ngarep.com)

cerita dari temenku, "semalam aku diajak sama cowo gue ke cafe ----- di daerah kemang  terus tiba-tiba surprise banget cowo gue nyanyiin lagu bruno mars buat gue!!" hmm aku yang ngeliat mimik wajah dia yg sumringah bangettt, dan semenjak dia cerita itu, aku jadi penasaran, kenapa seh ya pada banyak yang muji lagunya bruno mars, dan ternyata nih gilaaa baru aja ngeh (kemana aja aku ini yaaaa??) ya TUHAN oh MYGOD lagu ini bikin merasa melayang, high recommended banget buat kita-kita yang lagi ngebayangin pasangan kita nih, ngomong ini persis ke kita wkwkwkwkwk, ngarep lagi nih ya :D

tapi sumpah deh, lagu ini nih bikin cewe-cewe merinding setengah DER ! hihiih
terutama aku nih yang sekarang lagi dengerin ini dan aku ulang sampai hampir 5x hehe, indah bener ni lagu aduhhhhhh melayang nih rasanya (padahal si bruno mars nyanyiin bukan buat aku). but whatever lah, pokoknya lagu ini sumprit berhasil banget ngidupin gairah aku buat kangen sama pacar! awwwwwwwwww....

thumbs up for mas bruno yak :)

Minggu, 06 November 2011

I Believe.....

Sebenarnnya ini adalah lirik lagu dari Maher veat Irfan Makki, kenapa aku posting ini? karena jujur lagu ini bikin aku tersentuh banget. Liriknya simpel, gampang dimengerti, tapi mengena banget! Mungkin bisa jadi karena ini adalah pengalama pribadi hehehe, manusia kan gak ada yg sempurna, iya kan? nih buat kamu yang penasaran sama lirik lagunya, atau bahkan laguna, cekidot aja lah :)

When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you
He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him
You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?
MAHER ZAIN
Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings
You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day
Chorus
If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through
I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace
Chorus
I believe I believe, I believe I believe


Sabtu, 05 November 2011

INSOMNIA karena SIBUK ?!

aduh,,,, udah 2 hari berturut-turut ini gak tau kenapa aku jadi insomnia. Aku yang biasa tidur cepet begitu liat bantal tapi karena harus ada pekerjaan yang aku selesaikan, jadi keterusan nih mata gak bisa diajak merem. Biasanya kalau malam gini aku selalu ditemani sama gerimis hujan, romantis ya... hihihihi tapi bakal ga romantis kalau kita lagi berkutat dengan hal yang berbau kerjaan. 

Tapi seharusnya aku bersyukur, karena masih diberi kepercayaan dari orang untuk sesibuk mungkin, karena ternyata manfaatnya besar lho , antara lain nih :


  1. kalau kita lagi ada masalah sama cowo ku, pas aku sibuk, kita jadi lupa tuh sakit hati/kecewa/atau apalah namanya.
  2. kalau dirumah bosen karena isinya cuma orang-orang yang belum bisa sehati dg kita, kita  bisa menghindarinya dengan kesibukan kita.
  3. kalau kita lagi nunggu-nunggu hari yang special jadi gak kerasa lama, karna waktu rasanya cepettttttt banget.
  4. kalau kita pengen tidur seharian 1x dalam seminggu, orang rumah gak bakal protes karna mereka tau kita sibuk dan capek.
  5. kalau kita ditanya sama temen, kegiatan mu apa nih? kita dg bangga menjabarkan 1 per 1 kesibukan kita. 
  6. kalau kita janjian sama orang, mereka bakal gak enak kalo molor karena mereka tau kalau kita sibuk
  7. kita jadi jarang update status yang "gak penting banget dan alay" karena ketika kita sekali buat status pasti kata-katanya berbobot yg tidak lain memotivasi diri kita sendiri.
  8. kita jadi lebih realistis dalam mewujudkan suatu impian kita. 
  9. kita bisa menolak ajakan orang lain yg sebenarnya kurang penting dg alasan,"aduh aku masih ada deadline yg harus aku selesaikan".
  10. kalau kita lagi terkenang sama kepedihan masa lalu,kita bisa cepat-cepat melupakannya ketika kita sudah fokus dalam kesibukan kita.
  11. nah buat yang pikirannya mesum neh hahaha kita jadi lebih positif lho pikirannya, hehe secara ga ada waktu buat mikirin kek begituan. kecuali kalau udah kebelet kali ya -___-"
  12. truss apa lagi ya?? ada yang mau nambahin? hehe
pokoknya neh, kesibukan tuh penting banget, cz ngajarin kita gimana kita harus me-manage waktu, duilee bahasanya haha gile bener deh :D
udah gitu, kesibukan tuh bisa mengalihkan pikiran kita dari hal negatif ke hal positif, tapi nih harus diinget juga, "kesibukannya adalah kesibukan yang positif lhoo yaaa" 

jadi? carilah kesibukan positif yang berguna mengembangkan potensi kita guys ^^ percaya deh, itu bakal nuntun kita ke jalan sukses dan bahagia. sok tau gak seh? hehe coba aja lah kalau gak percaya daripada ngatain aku sok tau :p

good night andddd selamat hari raya IDUL ADHA guys :)

Ketika Dia Bicara Kepada Hatiku

Sekedar mengingat, tentang apa yang pernah ia coba katakan padaku, yang selalu menimbulkan perkara,
karna aku yang tidak sepaham...

Dia bilang, "Hampir 2 tahun lalu sejak ku kenal dirimu...mungkin konyol saat ku labuhkan hatiku padamu tanpa kutahu gimana kamu, gimana paras serta wajahmu serta gimana sifat dn keteguhan hatimu. mungkin bagi dirimu aku aneh, g normal. tapi, meurutku itu gak sama sekali karena diriku yakin akan apa yg esok akan ku jalani bersama dirimu. hari berganti hari dan waktupun terus berputar seiring perjalanan kita. banyak cerita banyak tawa banyak canda namun juga diiringi dengan sedikit luka. ingin ku mengeluh tentang semua beban yg ada dalam hari2ku namu aku bingung untuk memulai dr mana. aku takut...takut semua yg aku rasakan di salah artikan..

trus kemana aku harus bercerita?
apa aku harus bercerita pada batu?akh rasanya tidak...karena batu pun mungkin hanya diam dan tertawa melihat dikiku..lantas ku harus bagaimana?

hari-hariku ku lalui dengan senyum...tapi trkadang aku memalsukan semua senyumanku di hadapanmu...konyol memang tpi knapa?itu karena aku tak mau membuat hari2mu terganggu oleh semua keluh kesahku yg mungkin tak ada artinya. ku hanya ingin buatmu tersenyum dlm setiap hari2mu...tapi, kau slalu mengeluh akan semua kecacatan serta keburukanku dan itu yg membuatku menjadi orng yang kecil...orang yg sama skali g ada artinya sedikitpun dimatamu.

tiap malam...sebelum tidur...aku slalu berdoa "Tuhan semoga esok aku bisa buat dia tersenyum?" tapi mungkin tuhan belum mengabulkan doaku...hanya luka yg aku buat pada dirinya...maaf sayang aku hanya orng biasa yg mempunyai batas kemampuan...mungkin aku bukan orng sempurna...yha memang aku tak sempurna...

kadang aku brtanya pada diriku sendiri?apa yang aku bisa banggain di depanmu sayang?aku selalu mencari dan setiap aku temukan jawaban, kau selalu mematahkan jawabanku...miris rasanya...mungkin trkadng rasa putus asa pun slalu ada..apa iya aku seburuk itu?yha mungkin kenyataan itulah yang memberiku jawaban gimana tak bergunanya aku di hadapanmu

akhir2 ini sering kau mengeluh tntang sikapku...yha aku tau sayang aku bukan orng yg sempurna...tapi tolong jangan buat diriku jatuh...dan selalu jatuh sampai kelak aku tak bisa berdiri :)"

Jumat, 04 November 2011

Hanya sebuah kisah

Tidak akan ada lagi cerita yang sama, antara dua nama semu itu. Semuanya lenyap sudah bak air hujan mengguyurnya. Ketika ia ucapkan kata pisah dalam maya. 


perempuan disampingku itu, hanya bisa terpaku, ia sedang menanti jawaban yang indah, berharap rindunya terbalaskan. tapi ternyata tidak dan ia masih bisa tersenyum, meski pahit ku lihat di garis-garis wajahnya itu. Pandangannya hampa namun masih mencoba menyapa setiap jiwa yang menyambutnya penuh suka cita, tapi tidak dengan dirinya. Aku tau dia sedang berbohong kepada orang lain, bahkan kepada laki-laki itu... aku tau karena aku yang ada di dekatnya ketika hatinya remuk. 
Senyum yang keluar dari bibirnya, kata-kata terkesan ikhlas justru menggambarkan hatinya yang sedang gundah, meski tak terbaca tapi sangat jelas terlihat di sorot matanya yang lembut. Ia tengah terluka.

Pernah suatu kali, di dalam lamunannya dia menangis, ku lihat tangisnya bukan tangis penyesalan, tangisannya dan gayanya mengusap airmata adalah wujud dari sebuah doa. Dan baru ku tau, ia tidak pernah memendam benci kepada laki-laki yang meninggalkan bekas luka di lembaran kisahnya. 

Matanya...seolah berbicara ketika ia menangis, tampak dalam ketenangannya ia berdoa, entah apa yang ia ucapkan, rasanya....syahdu sekali. Nanar aku melihatnya, butiran hangat dari kedua sudut mataku pun turun, aku tak kuasa melihatnya. Tapi cepat-cepat ku hapus hujan kecil itu, aku beranjak dari tempat dudukku, mendekatinya, berusaha ada untuknya sebagai teman berbagi. Tapi sepertinya dia masih enggan untuk berbagi, dia terlalu yakin bahwa dia mampu merasakannya sendiri. Atau mungkin dia tahu aku yang begitu cengeng?

Aku hanya bisa duduk disampingnya, sama-sama diam.

Tersadar di lamunanku siang itu, begitulah aku, mencoba untuk tetap menutup rasa sakit, penghinaan, atas apa yang telah ia lakukan kepadaku, meski atas nama cinta, aku masih mencoba utk ikhlas...

Jumat, 23 September 2011

Sunny Day

setiap hari, kulalui hari tanpa memikirkannya, rasanya amat sangat mustahil. Memikirkanya membuat hariku semakin berwarna. Yeah, rasanya ingin cepat melalui hari agar perjumpaanku dengannya cepat terlaksana.

Hari penuh rindu yang mendebarkan, menggelitik pikiranku, membayangkan tentang dirinya. Beginilah yang selalu aku dambakan. Beginilah hari-hari yang telah berhasil memotivasi ku agar aku tetap merasa special di hidupku. Menjadi yang aku mau, menikmati kesuksesan bersama. Menciptakan kisah panjang yang indah, menyebar rindu, yang terindah di sepanjang masaku.

dan kelak, akan kuabadikan semuanya dalam bingkai indah di hatiku,. Tentang aku dan kamu.

Melewati setiap menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun bersamamu. Itulah yang menjadi bagian dalam mimpiku. Bagian yang paling berkesan ketika aku mencintaimu. Cara yang berbeda, meluluhkan hatiku yang keras. Seperti tidak mau menyerah, kau terus meluluhkan hatiku dan kau telah berhasil melakukannya untuk yang kesekian kalinya :)

*di sebuah bilik rindu

Senin, 19 September 2011

Pernikahan Itu..............

Pernikahan itu...
lebih dari memanggil ayah-bunda, papa-mama,pipi-mimi..
lebih dari tentang bagaimana mencapai puncak kenikmatan seksual..
juga bukan tentang siapa yang harus mengurus ini dan itu,

Pernikahan itu...
membuka tabir rahasia Tuhan..
dia akan mengarahkan kepada kita dimana jalan rizki kita,
menjadi tempat dimana kita bisa menenangkan diri, tanpa batasan...

Ia tentang laki-laki dan wanita,
yang telah siap membina hubungan ke jenjang yang lebih tinggi,
bukan lagi sekedar hura-hura berpacaran..
dan ia akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks.

tau apa aku tentang pernikahan? aku hanya bisa bermimpi akan tiba saatnya bagiku, saat indah itu, sakral dan paling tak bisa aku lupakan seumur hidupku.
bermimpi akan ada seseorang yang mengucap janji abadi kepadaku, mendengarkan seseorang bersedia bertanggung jawab atasku dengan membimbingku, agar aku menjadi istri sholehah.
Indah ya... aku senang sekali bermimpi akan itu. Karena dengan begitu aku seolah bisa melihat kehidupanku mendatang dengan laki-laki abadi ku.

katanya...kata orang-orang,

pernikahan itu… mengajarkan kita kewajiban bersama…
jika isteri menjadi tanah, kitalah langit penaungnya
jika isteri ladang tanaman, kitalah pagar penjaganya
jika isteri adalah murid, kitalah pembimbingnya
jika isteri bagaikan anak kecil, kitalah tempat bermanjanya
saat isteri menjadi madu, teguklah sepuasnya
seketika isteri menjadi racun, kitalah penawar bisanya
seandainya isteri tulang yang bengkok, maka lemah lembutlah saat meluruskannya …
pernikahan menyadarkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam menggapai ridhaNya…

Indah banget rasanya.... dan pengen banget aku bisa meraih keindahan itu dengan jalan yang baik, jalan  yang penuh dengan RidhoNYA..

banyak tulisan yang membahas tentang pernikahan itu, mereka bilang juga :

pernikahan itu…
menyingkap tabir rahasia, bahwa suami yang kita nikahi…
tidaklah setampan Yusuf… tidaklah segagah Musa,
tidaklah setaat Ibrahim… tidak pula setabah Ayyub,
apalagi semulia Muhammad…
akan tetapi dia hanyalah laki-laki akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang pria yang shalih…
ia adalah pria yang tiadalah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia di sampingnya saat senang maupun susah…


haru rasanya... :'( jika suatu saat nanti, akan ada orang yang sedemikian di sampingku.

fiuhhh... sepertinya harus  kusudahi dulu mimpi ku kali ini. Akan ku sambut dan akan kupantaskan diriku sendiri untuk pasangan abadi ku kelak. I'll waiting for you my prince :)

Surat Ibu Untuk Menantu Laki-Lakinya..

tulisan ini saya dapatkan dari salah satu blogger, waktu saya sedang iseng cari-cari bacaan di blog, eh malah ketemu tulisan ini. Mungkin ini cocoknya dibaca calon suami ku, atau calon suami anda, juga Ibuku atau para Ibu yang sedang dalam detik melepas anak perempuannya untuk kekasih abadi mereka.

berikut tulisannya, semoga bermanfaat :)


Surat ibu untuk menantu laki-laki
Wahai menantuku,
Aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat di hadapanmu.

Wahai menantuku,
Engkau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga?

Wahai menantuku,
Bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang dan bukan lagi tugasku.

Diajarkan kepadamu oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman? Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.

Engkau suami yang dipilih Allah untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya.
Bukankah engkau menikahinya atas nama Allah Subhanahu Wata’aalaa? Maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Allah.
Wahai menantuku,
Sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bgmana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu, bukan padaku.
Wahai menantuku,
Engkau diizinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. Janganlah pernah menghardiknya dengan kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia itu pakaianmu.
Wahai menantuku,
Aku titipkan putriku padamu buatlah dia tersenyum menuju surga atas tiket darimu.

Wassalam,
Ibu.

Sabtu, 17 September 2011

Longer Daddy Longer !!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang aku sukai..Ayah membiarkan aku menang dalam permainan ketika aku masih kecil,tapi dia tidak ingin aku membiarkannya menang ketika aku sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanku untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanku selama bertahun-tahun, meskipun aku telah bosan, karena ia tetap inginkanku main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat aku pergi bermain dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil ku…

Ayah mulai merencanakan hidupku ketika tahu bahwa ibuku hamil(mengandungku) , tapi begitu aku lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianku jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanku untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu aku mencarinya..Ayah mungkin tampak galak di mataku, tetapi di mata teman-temanku dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih,agar aku bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar aku selalu bisa mengenalinya.

Ayah selalu senang membantuku menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayahbenar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan..

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya…

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan”

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill…

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati…

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatku senang tapi tidak takut…

Ayah akan memberiku tempat duduk terbaik dengan mengangkatku dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanku ketika aku sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu aku membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahuku apa yang harus aku lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menungguku di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanku dihari pertama masuk sekolah.

AYAH ITU MURAH HATI…..Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang aku butuhkan….Ia membiarkan orang-orangan sawahku memakai sweater kesayangannya. Ia membelikanku lollipop merk baru yang aku inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau aku tidak suka…..Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau aku ingin bicara..Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun aku tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatku untuk menghentikan kebiasaan merokoknya..

..Ayah mengangkat beban berat dari bahuku dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata,,tidak”

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika aku menginap di rumah teman tanpa izin ..

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal aku sanggup kehilangan apa yang aku harapkan”Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatku melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasiku, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamiku ketika pertama kali aku pergi meningalkan rumah sebentar, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya…

Ayah mengira seratus adalah tip.. Seribu adalah uang saku..Gaji pertamaku terlalu besar untuknya…

Ayah tidak suka meneteskan air mata … ketika aku lahir dan dia mendengar ku menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air darimatanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

Ketika aku masih kecil, ia bisa memelukku untuk mengusir rasa takutku…ketika aku mimpi akan dibunuh monster…tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika akudi rumah nenek tak memberi kabar selama hampir satu bulan…

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya di pasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada YangMenciptakannya”

Dan Untuk masa depan ku ayah berpesan :”jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bias melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kaugantikan posisi Ayah di hatimu ”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakku kelak harus bersikap lebih baik daripada aku dulu….Ayah bisa membuatku percaya diri… karena ia percaya padaku…Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik…. Dan terpenting adalah…

Ayah tidak pernah menghalangiku untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar aku dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaiku karena cintaNya….

sumber : copas lhoo nehh